Kalangan muda di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengaku kecewa dengan susunan baru Dewan Pimpinan Pusat. Namun di balik itu, ada yang merasa bersyukur tak masuk struktur yang ketua umumnya tetap Megawati Soekarnoputri, namun Sekretaris Jenderalnya sekarang Tjahjo Kumolo.
"Alhamdulilah nggak masuk," ujar seorang fungsionaris PDIP yang tak mau disebut namanya ditemui usai pengumuman struktur DPP di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis 8 April 2010 malam.
"Karena secara de facto ketua umumnya Puan Maharani. Daripada dipimpin Puan, lebih baik tidak sama sekali," ujar pria yang terhitung salah satu politisi muda PDIP itu kepada VIVAnews, Jumat 9 April 2010. Puan dalam struktur DPP yang baru adalah Ketua bidang Politik dan Hubungan Antar-Lembaga Negara.
Menurutnya, jajaran DPP dipenuhi figur-figur tua. Karena itu, dia mempertanyakan keseriusan Megawati Soekarnoputri yang pernah dalam beberapa kesempatan menyatakan akan mengakomodir 50 persen anak muda.
Selain itu, dia juga menilai ada fungsionaris yang masih terlibat kasus hukum, tetapi ternyata diangkat menjadi pengurus DPP. "Dua fungsionaris masih terkait kasus cek pelawat miranda, tiga fungsionaris masih incumbent apa tidak menyulitkan kerja DPP?" ujarnya.
Seorang politisi PDIP yang lain, yang juga menolak disebut namanya, juga merasa heran dengan pilihan Megawati. Menurut pria yang juga tak masuk DPP ini, struktur DPP yang baru terkesan aneh karena banyak yang bermasalah hukum masih masuk seperti Emir Moeis dan Tjahjo Kumolo.
Emir dan Tjahjo merupakan dua politisi PDIP yang disebut-sebut dalam kasus cek dengan tersangka empat mantan anggota DPR. Kasus cek ini terkait pemilihan Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar