Advertisement

Page Ranking Tool

Jumat, 19 Maret 2010

Menurut Boediono, Perlukah Penataran P4?

Saat temu wicara dengan pelajar sekolah menengah di Kota Bekasi, Wakil Presiden Boediono mendapat pertanyaan mengapa penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) tak ada lagi. Bagaimana jawaban Boediono atas pertanyaan Rima, murid SMA 2 Bekasi itu?

"Saya mengalami ini (penataran), waktu masih menjadi dosen. Bahkan pegawai negeri, bahkan sewaktu pejabat negara," kata Boediono menjawab. "Itu juga diajarkan di mata pelajaran sekolah-sekolah."

Menurut Boediono, Pancasila harus dipegang. "Itu mutlak, jadi perekat karena bangsa kita Bhinneka tapi harus Ika, satu. Pengikatnya, ya Pancasila ini," kata Boediono. "Kalau tidak, kita tercerai berai. Lima sila adalah pegangan utuh untuk membuat bangsa kita utuh."

Namun, kata Boediono, pendidikan P4 ini bisa masuk ke pendidikan karakter. Wujudnya adalah pendidikan civic atau kewarganegaraan. "Pendidikan civic adalah pandangan menempatkan diri masyarakat. Tidak perlu kembali ke sistem yang dulu, yang penting ada cara-caranya yang baru. Tapi intinya bisa kita pegang dan dikemas dalam cara-cara yang baru," ujar Boediono.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar