Advertisement

Page Ranking Tool

Jumat, 19 Maret 2010

Sekolah Bukan Tempat Produksi Barang

Wakil Presiden Boediono mengatakan yang paling baik bagi perekonomian adalah apabila masing-masing institusi atau orang melaksanakan pekerjaan yang paling cocok dengan bakatnya. Hal yang sama juga berlaku untuk bidang pendidikan, yaitu apabila siswa melakukan sesuatu dengan bakatnya.

Karena itu dalam pengertiannya tentang Industri Pengajaran (Teaching Industry), Boediono berharap Sekolah Menengah Kejuruan tidak menyiapkan muridnya untuk kepentingan industri. SMK seharusnya menyiapkan muridnya dengan pengajaran yang ada relevansinya dengan kegiatan industri.

"Sekolah bukan tempat produksi barang. Sekolah akan bekerja sendiri tanpa ada kaitan dengan industri. Jangan sampai kita punya pendapat sekolah adalah industri," kata Boediono menanggapi pertanyaan salah seorang siswa SMK tentang teaching industry dalam Temu-Wicara dengan Pelajar se-Kota Brekasi di SMA Negeri 1 Bekasi, 19 Maret 2010.

Menurut Boediono, murid harus mengerjakan sesuatu yang disukai dan sesuai dengan minatnya dengan baik. Dengan demikian akan mencapai produktifitas yang optimal.

Pemerintah pun menyiapkan sistem pendidikan terpadu yang membangun karakter murid. Boediono lalu mengungkapkan, Presiden telah memberikan instruksi ini dalam rapat kabinet yang diadakan kemarin, 18 Maret 2010.

"Presiden beri instruksi ke menteri-menteri untuk membuat program membangun karakter terpadu dengan sistem pendidikan kita," kata Boediono. "Ini akan ditindaklanjuti, upaya untuk mendidik karakter anak-anak kita," lanjut Boediono yang juga Guru Besar dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar