Panglima Komando Operasi Khusus Pasifik (Special Operations Command Pacific/SOCPAC) Amerika Serikat (AS), Laksamana Muda Sean Pybus, yang baru-baru ini berkunjung ke Jakarta, tidak pernah mengatakan bahwa AS akan segera memulihkan kerja sama dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, seperti yang dilaporkan sejumlah media di Indonesia.
Demikian ungkap Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta. Dalam keterangan pers yang disiarkan Jumat, 21 Mei 2010, Kedubes AS menegaskan bahwa laporan-laporan pers tersebut tidak akurat.
"Pybus tidak penah mengatakan bahwa Amerika Serikat akan segera memulihkan kerjasama dengan Kopassus. Pemerintah AS tengah meninjau kebijakannya terhadap Kopassus namun hingga saat ini belum membuat keputusan tentang hal tersebut," demikian menurut Kedubes AS.
Pemerintah AS terus mendesak Pemerintah Indonesia untuk menyelidiki secara transparan dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh anggota TNI, termasuk Kopassus, serta untuk mengadili para pelaku.
Awal pekan ini, Pybus telah bertemu dengan sejumlah pejabat Indonesia di Jakarta untuk membahas hubungan militer AS-Indonesia.
Sabtu, 22 Mei 2010
Ini Penyebab Rapat Demokrat Deadlock
Sidang pleno dalam Kongres II Partai Demokrat hari ini sempat mengalami kebuntuan (deadlock) saat pembahasan jadwal agenda.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur, Didi Dharmadi, kebuntuan terjadi saat ada interupsi dari peserta kongres.
Saat itu belum ada pimpinan sidang, sementara sidang dipimpin pihak dari Steering Committee dan Orginizing Committee. "Draf sidang sudah diberikan, belum masuk agenda pembahasan tata tertib. Baru mulai sudah ada yang interupsi -- mengusulkan agar pemilihan ketua umum dimajukan," kata Didi.
Pihak yang interupsi meminta pemilihan ketua umum dilakukan setelah pembahasan tata tertib, baru pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ). "Padahal, berdasarkan tawaran panitia, LPJ dulu dibacakan, setelah pengurus lama demisioner, baru dipilih ketua baru," kata dia.
Peserta rapat pleno terbagi menjadi dua kubu, "Ada yang sudah merasa cocok dan ada yang mau mengubah," kata dia.
Kongres II Partai Demokrat ini akan menjadi ajang pemilihan ketua umum baru menggantikan Hadi Utomo. Tiga kandidat yang akan berterung adalah Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur, Didi Dharmadi, kebuntuan terjadi saat ada interupsi dari peserta kongres.
Saat itu belum ada pimpinan sidang, sementara sidang dipimpin pihak dari Steering Committee dan Orginizing Committee. "Draf sidang sudah diberikan, belum masuk agenda pembahasan tata tertib. Baru mulai sudah ada yang interupsi -- mengusulkan agar pemilihan ketua umum dimajukan," kata Didi.
Pihak yang interupsi meminta pemilihan ketua umum dilakukan setelah pembahasan tata tertib, baru pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ). "Padahal, berdasarkan tawaran panitia, LPJ dulu dibacakan, setelah pengurus lama demisioner, baru dipilih ketua baru," kata dia.
Peserta rapat pleno terbagi menjadi dua kubu, "Ada yang sudah merasa cocok dan ada yang mau mengubah," kata dia.
Kongres II Partai Demokrat ini akan menjadi ajang pemilihan ketua umum baru menggantikan Hadi Utomo. Tiga kandidat yang akan berterung adalah Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie.
Aburizal Berkampanye untuk Pasangan CACAK
Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie 'turun gunung'. Dia ikut berkampanye untuk pasangan calon walikota dan wakil walikota Surabaya yang didukung Golkar, Arif Afandi-Adies Kadir (CACAK).
Di depan sekitar 10 ribu pendukung pasangan CACAK, Aburizal menegaskan semua kader Partai Golkar wajib mendukung dan memenangkan pasangan ini.
"Arif Afandi dan Adies Kadir adalah sosok yang cerdas dan peduli dengan masyarakat kecil."
Kalau saya lihat, Pak Arif ini memang pantas menjadi pemimpin, orangnya cerdas dan peduli dengan kepentingan masyarakat kecil. Dan Adies adalah kader Partai Golkar yang handal. Tidak usah diragukan lagi, sudah ada contoh konkrit. Ide-ide yang dilontarkan mereka untuk memajukan Kota Surabaya akan menjadi kenyataan," kata Aburizal di Gelora Pancasila Surabaya, Sabtu 22 Mei 2010.
Aburizal juga menginstruksikan kepada seluruh anggota Partai Golkar Kota Surabaya untuk mendukung dan memenangkan pasangan CACAK. Sebab, ini sudah sesuai dengan keputusan yang diambil oleh partai berlambang pohon beringin.
Dan, kepada barisan pendukung, Ical mewanti-wanti harus memenangkan pasangan CACAK hanya dengan satu putaran.
"Jika kita solid, saya yakin Pemilukada di Kota Surabaya hanya berlangsung satu putaran dan kemenangan mutlak untuk pasangan CACAK," pungkas Ical.
Di depan sekitar 10 ribu pendukung pasangan CACAK, Aburizal menegaskan semua kader Partai Golkar wajib mendukung dan memenangkan pasangan ini.
"Arif Afandi dan Adies Kadir adalah sosok yang cerdas dan peduli dengan masyarakat kecil."
Kalau saya lihat, Pak Arif ini memang pantas menjadi pemimpin, orangnya cerdas dan peduli dengan kepentingan masyarakat kecil. Dan Adies adalah kader Partai Golkar yang handal. Tidak usah diragukan lagi, sudah ada contoh konkrit. Ide-ide yang dilontarkan mereka untuk memajukan Kota Surabaya akan menjadi kenyataan," kata Aburizal di Gelora Pancasila Surabaya, Sabtu 22 Mei 2010.
Aburizal juga menginstruksikan kepada seluruh anggota Partai Golkar Kota Surabaya untuk mendukung dan memenangkan pasangan CACAK. Sebab, ini sudah sesuai dengan keputusan yang diambil oleh partai berlambang pohon beringin.
Dan, kepada barisan pendukung, Ical mewanti-wanti harus memenangkan pasangan CACAK hanya dengan satu putaran.
"Jika kita solid, saya yakin Pemilukada di Kota Surabaya hanya berlangsung satu putaran dan kemenangan mutlak untuk pasangan CACAK," pungkas Ical.
Muncul Usulan Dahulukan Pemilihan Ketua Umum
Sidang pembahasan tata tertib Kongres II Partai Demokrat memanas. Perdebatan mewarnai jalannya sidang karena tiba-tiba muncul usulan dari salah satu peserta untuk mendahulukan agenda pemilihan ketua umum ketimbang pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus.
Usulan yang disebut-sebut datang dari kelompok Marzuki Alie itu sempat memicu kebuntuan (deadlock) karena panitia sebelumnya telah mengagendakan pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus terlebih dahulu.
Setelah itu selesai, pengurus dinyatakan demisioner, dan AD/ART Partai ditetapkan, sedianya baru sidang menggelar pemilihan ketua umum dan pengurus baru.
Menanggapi hal itu, salah satu calon ketua umum, Andi Mallarangeng mengatakan, "Kalau sudah masuk pembahasan tata tertib biasa ada pembahasan lain-lain," kata Andi usai mengumpulkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) pendukungnya di Hotel Mason Pine, Bandung, Sabtu 22 Mei 2010. "Dinamika Kongres sudah tinggi."
Andi menjelaskan hingga saat ini Kongres masih berlangsung dengan beberapa persidangan dilakukan secara tertutup. "So far so good," katanya.
Usulan yang disebut-sebut datang dari kelompok Marzuki Alie itu sempat memicu kebuntuan (deadlock) karena panitia sebelumnya telah mengagendakan pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus terlebih dahulu.
Setelah itu selesai, pengurus dinyatakan demisioner, dan AD/ART Partai ditetapkan, sedianya baru sidang menggelar pemilihan ketua umum dan pengurus baru.
Menanggapi hal itu, salah satu calon ketua umum, Andi Mallarangeng mengatakan, "Kalau sudah masuk pembahasan tata tertib biasa ada pembahasan lain-lain," kata Andi usai mengumpulkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) pendukungnya di Hotel Mason Pine, Bandung, Sabtu 22 Mei 2010. "Dinamika Kongres sudah tinggi."
Andi menjelaskan hingga saat ini Kongres masih berlangsung dengan beberapa persidangan dilakukan secara tertutup. "So far so good," katanya.
Komentar Andi Soal Pertemuan dengan SBY
Di tengah Kongres II Partai Demokrat beredar kuat kabar pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tiga kandidat ketua umum pada Jumat, 21 Mei 2010 malam.
Dalam pertemuan itu, demikian kabar yang beredar di arena Kongres, disepakati Andi Mallarangeng akan menjadi ketua umum, Anas Urbaningrum sekretaris jenderal, dan Marzuki Alie menjadi wakil ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
Menanggapi hal itu salah satu kandidat Andi Mallarangeng tidak memberikan jawaban tegas. Dia tidak mengiyakan atau membantah adanya pertemuan itu.
"Biasa ada pertemuan, ada lobi-lobi. Dalam dunia politik biasa itu," kata Andi diplomatis kepada wartawan di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Bandung, Sabtu 22 Mei 2010.
Berarti pertemuan tadi malam memang ada? "Saya tidak mengatakan pertemuan itu ada," kata Andi, tersenyum.
Dalam pertemuan itu, demikian kabar yang beredar di arena Kongres, disepakati Andi Mallarangeng akan menjadi ketua umum, Anas Urbaningrum sekretaris jenderal, dan Marzuki Alie menjadi wakil ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
Menanggapi hal itu salah satu kandidat Andi Mallarangeng tidak memberikan jawaban tegas. Dia tidak mengiyakan atau membantah adanya pertemuan itu.
"Biasa ada pertemuan, ada lobi-lobi. Dalam dunia politik biasa itu," kata Andi diplomatis kepada wartawan di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Bandung, Sabtu 22 Mei 2010.
Berarti pertemuan tadi malam memang ada? "Saya tidak mengatakan pertemuan itu ada," kata Andi, tersenyum.
Sidang Pleno Demokrat Diwarnai Deadlock
Kebuntuan (deadlock) mewarnai sidang pleno dalam Kongres II Partai Demokrat hari ini.
Pasca Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan ruang sidang pukl 10.00 WIB, rapat dihentikan sementara sekitar dua jam.
Deadlock terjadi saat sidang pendahuluan yang membahas jadwal agenda pembahasan. Sidang ini dilakukan sebelum masuk pembahasan tata tertib.
Dari belakang gerbang, para wartawan bisa melihat peserta kongres tampak berkerumun di luar gedung. Ada beberapa kelompok terpisah. Ada juga yang tampak jalan tergesa-gesa.
"Info di dalam deadlock, tim Andi Mallarangeng sedang mengumpulkan ketua DPC [Dewan Pimpinan Cabang]," kata salah satu anggota tim sukses Andi Mallarangeng, Sabtu 22 Mei 2010.
Pantauan VIVAnews, konsolidasi kubu AM dilakukan secara tertutup. "Kampung Andi Mallarangeng" yang biasanya terbuka untuk peserta kongres, pasca deadlock, hanya bisa dimasuki level ketua DPC.
Kongres II Partai Demokrat ini akan menjadi ajang pemilihan ketua umum baru menggantikan Hadi Utomo. Tiga kandidat yang akan berterung adalah Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie.
Pasca Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan ruang sidang pukl 10.00 WIB, rapat dihentikan sementara sekitar dua jam.
Deadlock terjadi saat sidang pendahuluan yang membahas jadwal agenda pembahasan. Sidang ini dilakukan sebelum masuk pembahasan tata tertib.
Dari belakang gerbang, para wartawan bisa melihat peserta kongres tampak berkerumun di luar gedung. Ada beberapa kelompok terpisah. Ada juga yang tampak jalan tergesa-gesa.
"Info di dalam deadlock, tim Andi Mallarangeng sedang mengumpulkan ketua DPC [Dewan Pimpinan Cabang]," kata salah satu anggota tim sukses Andi Mallarangeng, Sabtu 22 Mei 2010.
Pantauan VIVAnews, konsolidasi kubu AM dilakukan secara tertutup. "Kampung Andi Mallarangeng" yang biasanya terbuka untuk peserta kongres, pasca deadlock, hanya bisa dimasuki level ketua DPC.
Kongres II Partai Demokrat ini akan menjadi ajang pemilihan ketua umum baru menggantikan Hadi Utomo. Tiga kandidat yang akan berterung adalah Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie.
SBY Apresiasi Pidato Hadi Utomo
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi pidato Ketua Umum, Hadi Utomo.
Hal tersebut disampaikan SBY ketika membuka rapat pleno kongres hari ini. "Pak SBY juga menyarankan penyampaian LPJ [laporan pertanggungjawaban] Hadi Utomo terbuka untuk pers," kata Ketua Panitia Kongres, Didik Mukriyanto, Sabtu 22 Mei 2010.
Dalam sambutannya tadi malam, Hadi mengatakan telah menunaikan janjinya pada Kongres I Partai Demokrat di Bali tahun 2005. Dia hanya akan menjabat ketua umum satu periode dan tak akan masuk jajaran legislatif.
Hadi juga mengatakan dia telah melakukan hal yang maksimal untuk partai. Di akhir sambutan, Hadi Utomo menyampaikan lima pesan terakhir kepada seluruh kader partai. Pertama, ia meminta seluruh kader mendukung pelaksanaan kongres dengan semangat persatuan. Kedua, meminta seluruh kader mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi.
Ketiga, mengingatkan pentingnya mengedepankan diskusi kekeluargaan untuk menyempurnakan anggaran dasar dan rumah tangga partai. Keempat, mengingatkan seluruh kader untuk memegang teguh ideologi partai untuk mewujudkan partai besar, kuat, modern demi kejayaan bangsa dan negara.
Kelima, "Siapapun ketua umum terpilih nanti, semua kader harus membantu secara aktif untuk membesarkan partai. Mari kita berupaya menjadi lebih dewasa, sehingga budaya politik bersih cerdas, santun, dapat terwujud," ujarnya.
Hal tersebut disampaikan SBY ketika membuka rapat pleno kongres hari ini. "Pak SBY juga menyarankan penyampaian LPJ [laporan pertanggungjawaban] Hadi Utomo terbuka untuk pers," kata Ketua Panitia Kongres, Didik Mukriyanto, Sabtu 22 Mei 2010.
Dalam sambutannya tadi malam, Hadi mengatakan telah menunaikan janjinya pada Kongres I Partai Demokrat di Bali tahun 2005. Dia hanya akan menjabat ketua umum satu periode dan tak akan masuk jajaran legislatif.
Hadi juga mengatakan dia telah melakukan hal yang maksimal untuk partai. Di akhir sambutan, Hadi Utomo menyampaikan lima pesan terakhir kepada seluruh kader partai. Pertama, ia meminta seluruh kader mendukung pelaksanaan kongres dengan semangat persatuan. Kedua, meminta seluruh kader mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi.
Ketiga, mengingatkan pentingnya mengedepankan diskusi kekeluargaan untuk menyempurnakan anggaran dasar dan rumah tangga partai. Keempat, mengingatkan seluruh kader untuk memegang teguh ideologi partai untuk mewujudkan partai besar, kuat, modern demi kejayaan bangsa dan negara.
Kelima, "Siapapun ketua umum terpilih nanti, semua kader harus membantu secara aktif untuk membesarkan partai. Mari kita berupaya menjadi lebih dewasa, sehingga budaya politik bersih cerdas, santun, dapat terwujud," ujarnya.
SBY: Tunjukkan PD Tak Mau Dirusak Pihak Luar
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, memberi pengarahan di hari kedua Kongres II Partai Demokrat di Bandung, Sabtu, 22 Mei 2010.
Menurut Ketua Panitia Kongres, Didik Mukriyanto, dalam sambutannya, SBY berpesan agar peserta kongres mengingat 22 juta pemilih Demokrat.
"SBY mengingatkan agar peserta kongres mewakili aspirasi pemilih Demokrat," kata Didik di area Kongres II Partai Demokrat di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan.
SBY juga berharap, usai pemilihan ketua umum peserta kongres tetap damai dan bersatu, siapapun yang nanti terpilih jadi ketua umum.
"Mari kita tunjukkan pada dunia, termasuk lawan politik yang ingin partai kita rusak. Tunjukkan pada mereka kita tidak ingin dirusak pihak luar," kata Didik, menirukan ucapan SBY.
Salah satu isu yang mengemuka di Kongres Partai Demokrat adalah munculnya tudingan tentang adanya salah satu kandidat yang tengah dijadikan 'kuda troya' oleh lawan-lawan politik SBY.
Dalam pembukaan kongres Jumat malam, SBY juga menyampaikan pesan senada kepada para kandidat ketua umum.
"Betapapun kerasnya kompetisi, jangan melampaui batas kepatutan. Cegah politik dengan segala cara, politik uang, dan kekerasan yang tak semestinya. Jangan sampai beradu domba," kata SBY dalam pidato sambutannya.
Kongres II Partai Demokrat ini akan menjadi ajang pemilihan ketua umum baru menggantikan Hadi Utomo. Tiga kandidat yang akan berterung adalah Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie.
Menurut Ketua Panitia Kongres, Didik Mukriyanto, dalam sambutannya, SBY berpesan agar peserta kongres mengingat 22 juta pemilih Demokrat.
"SBY mengingatkan agar peserta kongres mewakili aspirasi pemilih Demokrat," kata Didik di area Kongres II Partai Demokrat di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan.
SBY juga berharap, usai pemilihan ketua umum peserta kongres tetap damai dan bersatu, siapapun yang nanti terpilih jadi ketua umum.
"Mari kita tunjukkan pada dunia, termasuk lawan politik yang ingin partai kita rusak. Tunjukkan pada mereka kita tidak ingin dirusak pihak luar," kata Didik, menirukan ucapan SBY.
Salah satu isu yang mengemuka di Kongres Partai Demokrat adalah munculnya tudingan tentang adanya salah satu kandidat yang tengah dijadikan 'kuda troya' oleh lawan-lawan politik SBY.
Dalam pembukaan kongres Jumat malam, SBY juga menyampaikan pesan senada kepada para kandidat ketua umum.
"Betapapun kerasnya kompetisi, jangan melampaui batas kepatutan. Cegah politik dengan segala cara, politik uang, dan kekerasan yang tak semestinya. Jangan sampai beradu domba," kata SBY dalam pidato sambutannya.
Kongres II Partai Demokrat ini akan menjadi ajang pemilihan ketua umum baru menggantikan Hadi Utomo. Tiga kandidat yang akan berterung adalah Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie.
DPC Protes Iklan Dukungan Marzuki Alie
Menjelang pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat 2010-2015 di Bandung, sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) memprotes iklan dukungan terhadap salah satu kandidat, Marzuki Alie.
Marzuki yang baru saja mendeklarasikan pancalonannya Kamis malam lalu, 20 Mei 2010, memasang iklan satu halaman penuh di sebuah koran lokal berisi daftar dukungan dari lebih dari separuh jumlah DPD/DPC.
Sejumlah Ketua DPC bereaksi karena merasa dukungan dan foto mereka telah dicatut.
Beberapa yang menyuarakan protes adalah Ketua DPC Aceh Jaya, Pati, Tegal dan Ketua DPC Jakarta Utara.
"Betul itu foto saya di Hotel Mercure. Tapi pilihan terakhir kami adalah AM. Jadi ini perlu kami klarifikasi," kata Ketua DPC Pati Jawa Tengah, Joni Kurnianto, dalam keterangan persnya di arena Kongres II PD di Bandung Jawa Barat, Jumat, 21 Mei 2010 malam.
Hal senada dikatakan Ketua DPC Aceh Jaya, T. Hasyimi Puteh. Menurutnya, pencatutan sepihak foto dalam iklan politik itu menunjukkan bahwa jumlah riil dukungan DPC dan DPD yang selama ini diklaim kubu Marzuki patut diragukan kebenarannya.
Menanggapi protes itu Marzuki Alie kukuh menyatakan bahwa dukungan itu riil. "Mereka ada yang bersumpah, menyatakan dukungan pada saya," katanya. "Kalau kemudian ada yang bersumpah lagi tidak mendukung, ya silakan makan sumpah sendiri."
Para kandidat akan bertarung memperebutkan 531 suara, yakni 33 DPD dan 471 DPC, serta pengurus DPP. Sampai hari ini, kubu Andi mengaku telah mendapat dukungan 362 DPD/DPC, Anas 280, dan Marzuki 300-an dukungan.
Ketua Panitia Didik Mukriyanto mengatakan, mereka menyiapkan pemungutan suara dengan sistem elektronik. Dari tiga kandidat yang akan berlaga, satu kubu menolak, yaitu Marzuki Alie.
Marzuki yang baru saja mendeklarasikan pancalonannya Kamis malam lalu, 20 Mei 2010, memasang iklan satu halaman penuh di sebuah koran lokal berisi daftar dukungan dari lebih dari separuh jumlah DPD/DPC.
Sejumlah Ketua DPC bereaksi karena merasa dukungan dan foto mereka telah dicatut.
Beberapa yang menyuarakan protes adalah Ketua DPC Aceh Jaya, Pati, Tegal dan Ketua DPC Jakarta Utara.
"Betul itu foto saya di Hotel Mercure. Tapi pilihan terakhir kami adalah AM. Jadi ini perlu kami klarifikasi," kata Ketua DPC Pati Jawa Tengah, Joni Kurnianto, dalam keterangan persnya di arena Kongres II PD di Bandung Jawa Barat, Jumat, 21 Mei 2010 malam.
Hal senada dikatakan Ketua DPC Aceh Jaya, T. Hasyimi Puteh. Menurutnya, pencatutan sepihak foto dalam iklan politik itu menunjukkan bahwa jumlah riil dukungan DPC dan DPD yang selama ini diklaim kubu Marzuki patut diragukan kebenarannya.
Menanggapi protes itu Marzuki Alie kukuh menyatakan bahwa dukungan itu riil. "Mereka ada yang bersumpah, menyatakan dukungan pada saya," katanya. "Kalau kemudian ada yang bersumpah lagi tidak mendukung, ya silakan makan sumpah sendiri."
Para kandidat akan bertarung memperebutkan 531 suara, yakni 33 DPD dan 471 DPC, serta pengurus DPP. Sampai hari ini, kubu Andi mengaku telah mendapat dukungan 362 DPD/DPC, Anas 280, dan Marzuki 300-an dukungan.
Ketua Panitia Didik Mukriyanto mengatakan, mereka menyiapkan pemungutan suara dengan sistem elektronik. Dari tiga kandidat yang akan berlaga, satu kubu menolak, yaitu Marzuki Alie.
SBY Condong ke Andi Mallarangeng?
Ada tiga kandidat yang bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Marzuki Alie.
Yang jadi masih pertanyaan besar adalah: ke mana dukungan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengarah.
Kubu Andi Mallarangeng mengklaim didukung SBY. "Menurut saya SBY mendukung Andi Mallarangeng (AM). Kelihatan betul, sangat jelas dengan hadirnya putranya sendiri Ibas [Edhie Baskoro Yudhoyono] sebagai tim sukses AM ditambah sejumlah menteri dari Demokrat yang mendukung AM," kata anggota Tim Sukses Andi Mallarangeng sekaligus aktivis HAM, Rachland Nashidik, di arena kongres, Sabtu 22 Mei 2010.
Rachland menambahkan, sebagai warga negara, SBY punya hak politik sama dengan anggota partai yang lain untuk memilih kandidat Ketua Umum Partai Demokrat.
"Keliru mengatakan SBY melakukan intervensi. Sebagai salah satu peserta kongres, SBY hanya menggunakan hak politiknya untuk mendukung salah satu kandidat," kata Rachland.
Dia tak sepakat dengan pernyataan sejumlah pengamat, bahwa demi demokrasi maka SBY tidak boleh mengintervensi jalannya kongres dengan cara menunjukkan dukungan pada salah satu kandidat. "Itu menyalahi primsip demokrasi sendiri," kata dia.
Menurut Rachland mendukung salah satu kandidat tidak serta merta bisa diartikan sebagai intervensi. SBY, jelas dia, memiliki sense of belonging atau rasa kepemilikan yang jauh lebih besar. Sebab, dia adalah pendiri Partai Demokrat.
Bahkan, menurut Rachland, jika AM kalah maka SBY telah dipermalukan di halaman rumahnya sendiri. "Sebetulnya ini pertarungan besar bagi SBY, " kata dia.
Dukungan Cikeas terhadap AM itu tak ditampik oleh Ketua Tim Sukses Anas Urbaningrum yang juga Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok. Hanya saja, menurut dia, dukungan keluarga Cikeas terbelah terkait pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat.
"Ada yang cenderung ke Anas, ada yang cenderung ke Andi," kata Mubarok usai acara Pidato Kebudayaan 'Membangun Budaya Demokrasi' di Gedung Teater Djakarta, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu 16 Mei 2010. "Pak SBY sih senyum-senyum saja." Meski demikian, Mubarok tak mau menjelaskan secara terang anggota keluarga SBY mana yang dia klaim telah mendukung Anas sejauh ini.
Yang jadi masih pertanyaan besar adalah: ke mana dukungan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengarah.
Kubu Andi Mallarangeng mengklaim didukung SBY. "Menurut saya SBY mendukung Andi Mallarangeng (AM). Kelihatan betul, sangat jelas dengan hadirnya putranya sendiri Ibas [Edhie Baskoro Yudhoyono] sebagai tim sukses AM ditambah sejumlah menteri dari Demokrat yang mendukung AM," kata anggota Tim Sukses Andi Mallarangeng sekaligus aktivis HAM, Rachland Nashidik, di arena kongres, Sabtu 22 Mei 2010.
Rachland menambahkan, sebagai warga negara, SBY punya hak politik sama dengan anggota partai yang lain untuk memilih kandidat Ketua Umum Partai Demokrat.
"Keliru mengatakan SBY melakukan intervensi. Sebagai salah satu peserta kongres, SBY hanya menggunakan hak politiknya untuk mendukung salah satu kandidat," kata Rachland.
Dia tak sepakat dengan pernyataan sejumlah pengamat, bahwa demi demokrasi maka SBY tidak boleh mengintervensi jalannya kongres dengan cara menunjukkan dukungan pada salah satu kandidat. "Itu menyalahi primsip demokrasi sendiri," kata dia.
Menurut Rachland mendukung salah satu kandidat tidak serta merta bisa diartikan sebagai intervensi. SBY, jelas dia, memiliki sense of belonging atau rasa kepemilikan yang jauh lebih besar. Sebab, dia adalah pendiri Partai Demokrat.
Bahkan, menurut Rachland, jika AM kalah maka SBY telah dipermalukan di halaman rumahnya sendiri. "Sebetulnya ini pertarungan besar bagi SBY, " kata dia.
Dukungan Cikeas terhadap AM itu tak ditampik oleh Ketua Tim Sukses Anas Urbaningrum yang juga Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok. Hanya saja, menurut dia, dukungan keluarga Cikeas terbelah terkait pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat.
"Ada yang cenderung ke Anas, ada yang cenderung ke Andi," kata Mubarok usai acara Pidato Kebudayaan 'Membangun Budaya Demokrasi' di Gedung Teater Djakarta, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu 16 Mei 2010. "Pak SBY sih senyum-senyum saja." Meski demikian, Mubarok tak mau menjelaskan secara terang anggota keluarga SBY mana yang dia klaim telah mendukung Anas sejauh ini.
Isu Penting yang Dibahas Demokrat Hari Ini
Kongres II Partai Demokrat telah dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat malam, 21 Mei 2010.
Hari ini, Sabtu 22 Mei 2010, para peserta kongres akan mulai bersidang. Beberapa agenda telah disiapkan, yang pertama, menggodok tata tertib yang akan dimulai sekitar pukul 09.00, di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung.
Ada beberapa isu panas yang akan dibahas hari ini. Yakni, mengenai mekanisme rapat yang tertutup, pemungutan suara sistem elektronik, dan syarat pencalonan, serta pelembagaan Majelis Tinggi.
Soal pemungutan suara elektronik, sebelumnya, Juru Bicara Tim Marzuki Alie, Max Sopacoa, sudah menyatakan keberatan. Alasannya sistem itu belum pernah disimulasikan.
Yang juga ramai dibincangkan adalah mengenai perubahan AD/ART. Ada perubahan struktur partai di mana ada badan baru yang disebut Majelis Tinggi.
Keputusan strategis yang akan dibuat oleh Majelis Tinggi ini antara lain penentuan calon presiden dan wakil presiden, penentuan nama menteri, gubernur serta keputusan lainya.
Majelis Tinggi itu akan beranggota 9 orang. Terdiri dari wakil dari Dewan Pembina, DPP dan Dewan Pertimbangan. Ketua Dewan Pembina otomatis menjadi Ketua Majelis Tinggi.
Sementara, soal pencalonan, saat ini beredar informasi salah satu syarat Ketua Umum Partai Demokrat tidak sedang menjadi pimpinan eksekutif ataupun legislatif. Sementara, salah satu calon, Marzukie Alie saat ini menjawab sebagai Ketua DPR RI.
Kongres II Partai Demokrat ini akan menjadi ajang pemilihan ketua umum baru menggantikan Hadi Utomo. Tiga kandidat yang akan bertarung adalah Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie.
Hari ini, Sabtu 22 Mei 2010, para peserta kongres akan mulai bersidang. Beberapa agenda telah disiapkan, yang pertama, menggodok tata tertib yang akan dimulai sekitar pukul 09.00, di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung.
Ada beberapa isu panas yang akan dibahas hari ini. Yakni, mengenai mekanisme rapat yang tertutup, pemungutan suara sistem elektronik, dan syarat pencalonan, serta pelembagaan Majelis Tinggi.
Soal pemungutan suara elektronik, sebelumnya, Juru Bicara Tim Marzuki Alie, Max Sopacoa, sudah menyatakan keberatan. Alasannya sistem itu belum pernah disimulasikan.
Yang juga ramai dibincangkan adalah mengenai perubahan AD/ART. Ada perubahan struktur partai di mana ada badan baru yang disebut Majelis Tinggi.
Keputusan strategis yang akan dibuat oleh Majelis Tinggi ini antara lain penentuan calon presiden dan wakil presiden, penentuan nama menteri, gubernur serta keputusan lainya.
Majelis Tinggi itu akan beranggota 9 orang. Terdiri dari wakil dari Dewan Pembina, DPP dan Dewan Pertimbangan. Ketua Dewan Pembina otomatis menjadi Ketua Majelis Tinggi.
Sementara, soal pencalonan, saat ini beredar informasi salah satu syarat Ketua Umum Partai Demokrat tidak sedang menjadi pimpinan eksekutif ataupun legislatif. Sementara, salah satu calon, Marzukie Alie saat ini menjawab sebagai Ketua DPR RI.
Kongres II Partai Demokrat ini akan menjadi ajang pemilihan ketua umum baru menggantikan Hadi Utomo. Tiga kandidat yang akan bertarung adalah Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie.
Pemilihan Ketua Umum Demokrat Tertutup
Sesi pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat periode 2010-2015 direncanakan tertutup dari liputan media massa. Panitia hanya mengagendakan sesi pembukaan dan penutupan yang akan terbuka untuk liputan.
Namun Ketua Organizing Committee Kongres Kedua Demokrat, Didik Mukriyanto, menyatakan tak tertutup sesi pemilihan nanti dibuka. "Tidak menutup kemungkinan nanti bagaimana dinamika peserta kongres," ujar Didik. "Panitia menyiapkan tertutup karena acara untuk internal peserta dan juga keterbatasan ruangan."
Sesi pembukaan akan dilangsung malam ini, Jumat 21 Mei 2010, di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Bandung. Kemudian mulai besok, barulah masuk sesi Kongres yang diagendakan tertutup.
"Kalau acara kongresnya kan memang untuk internal peserta kongres," kata Didik. "Tapi untuk keperluan berita, wartawan tidak perlu khawatir, nanti bisa di-update perkembangan dalam kongres," ujarnya.
Namun untuk sesi pemilihan ketua umum, Didik menambahkan, "Doakan saja nanti ada cukup ruang untuk pers."
Acara puncak berupa pemilihan Ketua Umum Demokrat ini diperkirakan baru pada Minggu 23 Mei 2010 pukul 13.00. Sejauh ini, ada tiga nama yang beredar sebagai calon Ketua Umum yakni Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie.
Namun Ketua Organizing Committee Kongres Kedua Demokrat, Didik Mukriyanto, menyatakan tak tertutup sesi pemilihan nanti dibuka. "Tidak menutup kemungkinan nanti bagaimana dinamika peserta kongres," ujar Didik. "Panitia menyiapkan tertutup karena acara untuk internal peserta dan juga keterbatasan ruangan."
Sesi pembukaan akan dilangsung malam ini, Jumat 21 Mei 2010, di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Bandung. Kemudian mulai besok, barulah masuk sesi Kongres yang diagendakan tertutup.
"Kalau acara kongresnya kan memang untuk internal peserta kongres," kata Didik. "Tapi untuk keperluan berita, wartawan tidak perlu khawatir, nanti bisa di-update perkembangan dalam kongres," ujarnya.
Namun untuk sesi pemilihan ketua umum, Didik menambahkan, "Doakan saja nanti ada cukup ruang untuk pers."
Acara puncak berupa pemilihan Ketua Umum Demokrat ini diperkirakan baru pada Minggu 23 Mei 2010 pukul 13.00. Sejauh ini, ada tiga nama yang beredar sebagai calon Ketua Umum yakni Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie.
Marzuki Alie Siap Berkompetisi Berkompetisi
Mantan Sekretaris Jenderal Demokrat, Marzuki Alie, akhirnya menyatakan diri siap bertarung di ajang pemilihan Ketua Umum Demokrat.
"Saya siap maju," kata Marzuki yang sedang dalam perjalanan menuju Bandung, Jawa Barat, saat dihubungi melalui telepon.
Kongres Demokrat yang digelar di Bandung akan dibuka pukul 20.00 WIB di Hotel Mansion Pine, Kota Baru Parahyangan, Bandung. Dengan kepastian majunya Marzuki dalam bursa kandidat Ketua Umum, maka akan ada tiga calon yang memperebutkan kursi nomor satu Demokrat, yaitu Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Marzuki Alie.
Marzuki tidak mempersoalkan deklarasinya yang tergolong terlambat dibandingkan dengan kedua calon lain. Anas dan Andi sudah mendeklarasikan diri, berkampanye, dan memasang iklan dari jauh-jauh hari. Kedua kubu bahkan terlibat perang urat syaraf walaupun mereka berdua tidak mengakuinya secara langsung. "Saya lebih suka berkomunikasi dengan cara silaturahmi, bukan deklarasi," kata Marzuki suatu ketika.
Ia pun menyatakan, apabila desakan dan dukungan DPC-DPD kepada dirinya cukup kuat, maka ia akan maju. Sementara bila dukungan suara ternyata kurang, dirinya tidak akan memaksakan diri untuk maju. "Jadi, tunggu polling langitan saja," ujarnya bulan lalu.
Semalam, Marzuki menerima dukungan secara resmi untuknya di Hotel Bidakara, Jakarta. Apakah itu berarti dukungan suara baginya cukup signifikan? "Saya tidak mau hitung-hitungan berapa dukungan yang saya peroleh. Lihat saja nanti di lapangan," Marzuki menjawab diplomatis.
Dan Marzuki pun sudah beriklan di televisi, bersiap bersaing sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat.
"Saya siap maju," kata Marzuki yang sedang dalam perjalanan menuju Bandung, Jawa Barat, saat dihubungi melalui telepon.
Kongres Demokrat yang digelar di Bandung akan dibuka pukul 20.00 WIB di Hotel Mansion Pine, Kota Baru Parahyangan, Bandung. Dengan kepastian majunya Marzuki dalam bursa kandidat Ketua Umum, maka akan ada tiga calon yang memperebutkan kursi nomor satu Demokrat, yaitu Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Marzuki Alie.
Marzuki tidak mempersoalkan deklarasinya yang tergolong terlambat dibandingkan dengan kedua calon lain. Anas dan Andi sudah mendeklarasikan diri, berkampanye, dan memasang iklan dari jauh-jauh hari. Kedua kubu bahkan terlibat perang urat syaraf walaupun mereka berdua tidak mengakuinya secara langsung. "Saya lebih suka berkomunikasi dengan cara silaturahmi, bukan deklarasi," kata Marzuki suatu ketika.
Ia pun menyatakan, apabila desakan dan dukungan DPC-DPD kepada dirinya cukup kuat, maka ia akan maju. Sementara bila dukungan suara ternyata kurang, dirinya tidak akan memaksakan diri untuk maju. "Jadi, tunggu polling langitan saja," ujarnya bulan lalu.
Semalam, Marzuki menerima dukungan secara resmi untuknya di Hotel Bidakara, Jakarta. Apakah itu berarti dukungan suara baginya cukup signifikan? "Saya tidak mau hitung-hitungan berapa dukungan yang saya peroleh. Lihat saja nanti di lapangan," Marzuki menjawab diplomatis.
Dan Marzuki pun sudah beriklan di televisi, bersiap bersaing sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat.
Sindiran SBY: Politik Cerdas Tak Cuma Mencaci
Di sela sambutan tentang dunia kesehatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyelipkan sindiran bagi 'lawan-lawan' politiknya. Terutama bagaimana cara menghadirkan politik yang cerdas dan memberi solusi.
Sambutan itu disampaikan Presiden SBY dalam temu ilmiah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat 21 Mei 2010.
Awalnya, Presiden SBY membahas soal inovasi di masa depan yang memerlukan keamanan pangan, air dan energi. "Itu sudah connected. Dunia alami climate change, global warming sehingga terjadi bencana. Itu berdampak pada dunia kesehatan," kata SBY.
Maka itu, sejalan dengan kondisi di atas maka mudah sekali terjadi penyebaran penyakit seperti flu babi. Dan, kata SBY, perlu ada tindakan cepat.
Menurut SBY, negara harus mempersiapkan aspek keamanan kesehatan warganya. Persiapan itu, lanjut SBY, seperti halnya persiapan membangun tentara dan kepolisian.
"Solusinya saya anjurkan ketika kita sudah koreksi, hadirkan solusi. Itulah politik yang cerdas, tidak sekadar menghina, mencaci," ujar SBY entah menyindir siapa.
Seperti diketahui, sejak dibentuknya Sekretariat Gabungan koalisi pendukung SBY-Boediono, kritik terhadap partai koalisi termasuk pemerintah terus berdatangan.
Kata-kata SBY soal politik cerdas ini tidak melebar. Sambutan dilanjut dengan materi inovasi teknologi. Penelitian dan pengembangan, ujar SBY, harus terus dilakukan.
Sambutan itu disampaikan Presiden SBY dalam temu ilmiah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat 21 Mei 2010.
Awalnya, Presiden SBY membahas soal inovasi di masa depan yang memerlukan keamanan pangan, air dan energi. "Itu sudah connected. Dunia alami climate change, global warming sehingga terjadi bencana. Itu berdampak pada dunia kesehatan," kata SBY.
Maka itu, sejalan dengan kondisi di atas maka mudah sekali terjadi penyebaran penyakit seperti flu babi. Dan, kata SBY, perlu ada tindakan cepat.
Menurut SBY, negara harus mempersiapkan aspek keamanan kesehatan warganya. Persiapan itu, lanjut SBY, seperti halnya persiapan membangun tentara dan kepolisian.
"Solusinya saya anjurkan ketika kita sudah koreksi, hadirkan solusi. Itulah politik yang cerdas, tidak sekadar menghina, mencaci," ujar SBY entah menyindir siapa.
Seperti diketahui, sejak dibentuknya Sekretariat Gabungan koalisi pendukung SBY-Boediono, kritik terhadap partai koalisi termasuk pemerintah terus berdatangan.
Kata-kata SBY soal politik cerdas ini tidak melebar. Sambutan dilanjut dengan materi inovasi teknologi. Penelitian dan pengembangan, ujar SBY, harus terus dilakukan.
Marzuki Alie Andalkan Tiga Amunisi
Marzuki Alie memastikan akan maju dalam pertarungan kursi ketua umum Partai Demokrat. Ia mengandalkan tiga amunisi untuk menggalang dukungan.
Pertama, ia akan membawa Partai Demokrat semakin dekat dengan rakyat. Lalu, menyatukan seluruh kekuatan partai dalam satu perahu, dan terakhir akan melakukan reformasi secara gradual.
"Agar Partai Demokrat benar-benar dapat menjadi partai modern yang disegani," ujar dia dalam acara penerimaan dukungan DPD-DPC se-Indonesia untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat periode 2010-2015, di Hotel Bidakara, Kamis, 20 Mei 2010.
Marzuki mengingatkan seluruh kader bahwa nama besar Partai Demokrat saat ini sangat lekat dengan sosok Susilo Bambang Yudhoyono. "Jangan sedikit pun berpikir untuk mentransformasi partai figur menjadi partai publik. Figur SBY dihilangkan dengan transformasi, maka habis kita," ucapnya.
Dalam Kongres Partai Demokrat yang berlangsung di Bandung pada 21-23 Mei 2010, Marzuki akan bertarung dengan dua kandidat ketua umum lainnya yaitu Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum. Masing-masing kandidat telah menyiapkan amunisi untuk meraih dukungan terbanyak.
Pertama, ia akan membawa Partai Demokrat semakin dekat dengan rakyat. Lalu, menyatukan seluruh kekuatan partai dalam satu perahu, dan terakhir akan melakukan reformasi secara gradual.
"Agar Partai Demokrat benar-benar dapat menjadi partai modern yang disegani," ujar dia dalam acara penerimaan dukungan DPD-DPC se-Indonesia untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat periode 2010-2015, di Hotel Bidakara, Kamis, 20 Mei 2010.
Marzuki mengingatkan seluruh kader bahwa nama besar Partai Demokrat saat ini sangat lekat dengan sosok Susilo Bambang Yudhoyono. "Jangan sedikit pun berpikir untuk mentransformasi partai figur menjadi partai publik. Figur SBY dihilangkan dengan transformasi, maka habis kita," ucapnya.
Dalam Kongres Partai Demokrat yang berlangsung di Bandung pada 21-23 Mei 2010, Marzuki akan bertarung dengan dua kandidat ketua umum lainnya yaitu Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum. Masing-masing kandidat telah menyiapkan amunisi untuk meraih dukungan terbanyak.
Luncurkan Buku, Andi Ungkap Janji untuk PD
Menjelang pembukaan Kongres Partai Demokrat, kandidat ketua umum Andi Mallarangeng melakukan pemanasan dengan meluncurkan buku 'Merebut Masa Depan Partai Demokrat Sebagai Partai Modern'.
"Saya meluncurkan buku ini, pada hakekatnya ini visi dan misi saya sebagai ketua demokrat yang dibukukan dengan rapi, bahasa yang mudah, disertai foto-foto," kata Andi dalam sambutannya, Kamis malam.
Penggalan judul 'Merebut Masa Depan' dimaksudkan bahwa Partai Demokrat harus berperan dalam menentukan sejarah bangsa. Harus ikut mengawal arah sejarah bangsa. "Partai Demokrat tidak bisa hanya berdiam diri dan ikut terhanyut arus sejarah," ujarnya.
Menurut dia, pengabdian pada partai merupakan pengabdian pada bangsa. Kiprah dalam partai bisa mewujudkan apa cita-cita pendiri bangsa. "Kecintaan kita pada partai merupakan kecintaan kita pada tanah air, pengabdian pada partai bagian pengabdian pada bangsa," kata Menegpora itu.
Buku yang dikemas mewah itu dilengkapi foto-foto aktivitas Andi saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bukan hanya saat menjabat sebagai juru bicara kepresidenan, tapi juga saat kampanye Partai Demokrat pada pemilu lalu. Peluncuran buku itu diiringi janji Andi untuk merealisasikan target partai meraih minimal 30 persen suara dalam pemilu mendatang.
Acara berlangsung di Auditorium Hotel Sheraton itu berlangsung meriah. Tepuk dan sorak penonton terdengar riuh dengan pembawa acara Didin Bagito. Hadir dalam acara itu antara lain Edhi Baskoro Yudhoyono, Yahya Sacawirya, Ja'far Hafsah, Radityo Gambiro, serta sejumlah tokoh teras Partai Demokrat.
"Saya meluncurkan buku ini, pada hakekatnya ini visi dan misi saya sebagai ketua demokrat yang dibukukan dengan rapi, bahasa yang mudah, disertai foto-foto," kata Andi dalam sambutannya, Kamis malam.
Penggalan judul 'Merebut Masa Depan' dimaksudkan bahwa Partai Demokrat harus berperan dalam menentukan sejarah bangsa. Harus ikut mengawal arah sejarah bangsa. "Partai Demokrat tidak bisa hanya berdiam diri dan ikut terhanyut arus sejarah," ujarnya.
Menurut dia, pengabdian pada partai merupakan pengabdian pada bangsa. Kiprah dalam partai bisa mewujudkan apa cita-cita pendiri bangsa. "Kecintaan kita pada partai merupakan kecintaan kita pada tanah air, pengabdian pada partai bagian pengabdian pada bangsa," kata Menegpora itu.
Buku yang dikemas mewah itu dilengkapi foto-foto aktivitas Andi saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bukan hanya saat menjabat sebagai juru bicara kepresidenan, tapi juga saat kampanye Partai Demokrat pada pemilu lalu. Peluncuran buku itu diiringi janji Andi untuk merealisasikan target partai meraih minimal 30 persen suara dalam pemilu mendatang.
Acara berlangsung di Auditorium Hotel Sheraton itu berlangsung meriah. Tepuk dan sorak penonton terdengar riuh dengan pembawa acara Didin Bagito. Hadir dalam acara itu antara lain Edhi Baskoro Yudhoyono, Yahya Sacawirya, Ja'far Hafsah, Radityo Gambiro, serta sejumlah tokoh teras Partai Demokrat.
Watchmen DvdRip 500mb MKV

http://rapidshare.com/files/379060794/Watchmen_by_viki.001
http://rapidshare.com/files/379060771/Watchmen_by_viki.002
http://rapidshare.com/files/379060789/Watchmen_by_viki.003
http://rapidshare.com/files/379060848/Watchmen_by_viki.004
http://rapidshare.com/files/379060791/Watchmen_by_viki.005
Apollo 13 DvdRip 400mb MKV

http://rapidshare.com/files/379060617/Apollo13_by_viki.part1.rar
http://rapidshare.com/files/379060597/Apollo13_by_viki.part2.rar
http://rapidshare.com/files/379060574/Apollo13_by_viki.part3.rar
http://rapidshare.com/files/379060567/Apollo13_by_viki.part4.rar
Dear John (2010) DvdRip Xvid 400MB MKV

http://rapidshare.com/files/379236114/DJ10_by_viki.mkv.001
http://rapidshare.com/files/379236144/DJ10_by_viki.mkv.002
http://rapidshare.com/files/379236094/DJ10_by_viki.mkv.003
http://rapidshare.com/files/379236102/DJ10_by_viki.mkv.004
An american haunting unrated DvdRip 300mb MKV

http://rapidshare.com/files/379060050/AnAmericanhaunting_by_viki.part1.rar
http://rapidshare.com/files/379060049/AnAmericanhaunting_by_viki.part2.rar
http://rapidshare.com/files/379060044/AnAmericanhaunting_by_viki.part3.rar
Langganan:
Komentar (Atom)