Advertisement

Page Ranking Tool

Kamis, 13 Mei 2010

Wartawan SCTV Tersangka, Polisi Dikecam

Puluhan Jurnalis di Makassar menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pengadilan Negeri Makassar, Rabu, 12 Mei 2010. Aksi mengatasnamakan Koalisi Jurnalis Makassar ini memprotes penetapan tersangka terhadap wartawan SCTV, Juhry Samanery. Koalisi Makassar ini menganggap penetapan tersangka oleh Kepolisian upaya kriminalisasi pers.

Koordinator lapangan aksi, Syamsul Timen menegaskan, penetapan tersangka adalah tindakan yang aneh dan tidak berdasar.

Apalagi jika dilihat dari kronologis kasus, Juhry Samanery dikeroyok oleh staf PNS Pengadilan Negeri (PN) Ambon. "Sangat tidak masuk di akal, sebab rekan Juhry menjadi korban pengeroyokan. Tapi kenapa mesti jadi tersangka," kata Syamsul dalam orasinya.

Karena itu, Koalisi Jurnalis Makassar menuntut agar Polres Ambon mencabut status tersangka terhadap Juhry. Dikatakan Syamsul, aparat kepolisian semestinya melihat kasus ini secara jernih sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka. "Atas nama Jurnalis Makassar kami mendesak kepolisian Ambon mencabut dalam waktu 24 jam," ujar koresponden SCTV Makassar ini.

Sementara dalam pernyataan sikap lainnya, Jurnalis Makassar menyesalkan terhadap peristiwa kekerasan dan pemidanaan tersebut. Jurnalis Makassar mendesak penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta memberikan hukuman yang setimpal terhadap pelaku pemukulan.

Lebih jauh Koalisi Jurnalis Makassar menyerukan kepada jurnalis untuk bersikap profesional dengan mentaati kode etik jurnalistik. Koalisi Jurnalis menyerukan setiap jurnalis untuk menghindari sejauh mungkin prasangka dan penghakiman dalam peliputan dan penulisan berita. Aksi tersebut berlangsung damai dan mendapat pengawalan sekitar 100 personel polisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar